Persiapan Sebelum Memasang Lantai Kayu Jakarta

Sebelum melakukan pemasangan terhadap lantai kayu Jakarta atau parket di rumah, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Yang perlu diperhatikan secara umum terutama untuk jenis kayu lantai yang memiliki ukuran tertentu. Jika ukurannya 5 cm hingga 6 cm maka bisa langsung dipasang menggunakan acian yang halus. Syaratnya ialah acian halus tersebut tidak bergelombang, dan usia acian tidak kurang dari 10 hari karena pemasangan untuk basement memerlukan kelembaban yang tinggi.

Persiapan Pemasangan Lantai Kayu Jakarta
Pemasangan produk lantai kayu Jakarta yang akan dipasang MC terlebih dahulu jangan lebih dari 18 persen maksudnya sebelum pemasangan dimulai lantai kayu akan dipasang pada tempat dan area pemasangan. Lantai kayu yang akan dipasang sebaiknya disimpan di area pemasangan dalam waktu 2 hingga 3 hari supaya material bisa menyesuaikan dengan kondisi kelembaban ruangan yang ada.

Untuk jenis lantai kayu yang memiliki lebar antara 7 cm hingga 12 cm maka pemasangan di daerah yang memiliki kelembaban yang tinggi disarankan untuk menggunakan bahan underlyr yang bisa terbuat dari polyfoam, multiplek atau pun bahan papan kalsi. Jenis kayu lainnya misalnya laminated atau engginerr bis amelakukan persiapan hanya dengan melakukan plester saja pada bagian bawah yang akan dijadikan sebagai permukaan dasar, dengan catatan dasarnya tidak memiliki permukaan yang bergelombang.

Pemasangan pun harus memperhatikan apakah ukuran yang dibutuhkan sesuai dengan ukuran kayu yang ada dan apakah pemaksimalan pemasangan akan mengurangi terjadinya pemuaian dan lain lain mengingat kayu lantai bisa memuai jika kondisi suhu dan kelembaban sedang tinggi. Begitu juga ketika sedang ada dalam keadaan dingin, maka penyusutan pun seringkali terjadi, hal tersebut pun perlu diperhatikan dan diprediksi seberapa persen pengaruhnya.

Lain lainnya yang dipersiapkan untuk pemasangan lantai kayu Jakarta ialah mengenai perbatasan langsung antara lantai kayu dengan dinding yang harus selalu diberi jarak tertentu misalnya 1 cm atau 1.5 cm. Hal tersebut difungsikan ketika kayu mengalami pemuaian sehingga tidak akan berkerut karena masih ada celah dan spasi sebagai ruang gerak sehingga pengembangan di tengah ruangan pun menjadi bisa teratasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s